Hikmah Medis dibalik Hadist
Diposting oleh
Ariska blogger
on Kamis, 25 September 2014
Label:
Pengetahuan
/
Comments: (0)
Dakwah Rasulullah Periode Mekkah
Diposting oleh
Ariska blogger
on Senin, 22 September 2014
Label:
Sejarah Kebudayaan Islam
/
Comments: (0)
Dakwah Rasulullah SAW pada periode
Mekkah
Ø 1. Masyarakat
Arab Jahiliyah Periode Mekah
Objek dakwah Rasulullah
SAW pada awal kenabian adalah masyarakat Arab Jahiliyah, atau masyarakat yang
masih berada dalam kebodohan. Dalam bidang agama, umumnya masyarakat Arab waktu
itu sudah menyimpang jauh dari ajaran agama tauhid, yang telah diajarkan oleh para
rasul terdahulu, seperti Nabi Adam A.S. Mereka umumnya beragama watsani
atau agama penyembah berhala. Berhala-berhala yang mereka puja itu mereka
letakkan di Ka’bah (Baitullah = rumah Allah SWT). Di antara
berhala-berhala yang termahsyur bernama: Ma’abi, Hubai, Khuza’ah, Lata, Uzza
dan Manar. Selain itu ada pula sebagian masyarakat Arab Jahiliyah yang
menyembah malaikat dan bintang yang dilakukan kaum Sabi’in.
Ø 2. Pengangkatan Nabi
Muhammad SAW sebagai Rasul
Pengangkatan Muhammad
sebagai nabi atau rasul Allah SWT, terjadi pada tanggal 17 Ramadan, 13 tahun
sebelum hijrah (610 M) tatkala beliau sedang bertahannus di Gua Hira, waktu itu
beliau genap berusia 40 tahun. Gua Hira terletak di Jabal Nur, beberapa kilo
meter sebelah utara kota Mekah.
Muhamad diangkat Allah SWT, sebagai nabi atau rasul-Nya ditandai dengan turunnya Malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu yang pertama kali yakni Al-Qur’an Surah Al-‘Alaq, 96: 1-5. Turunnya ayat Al-Qur’an pertama tersebut, dalam sejarah Islam dinamakan Nuzul Al-Qur’an.
Menurut sebagian ulama, setelah turun wahyu pertama (Q.S. Al-‘Alaq: 1-5) turun pula Surah Al-Mudassir: 1-7, yang berisi perintah Allah SWT agar Nabi Muhammad berdakwah menyiarkan ajaran Islam kepada umat manusia.
Setelah itu, tatkala Nabi Muhammad SAW berada di Mekah (periode Mekah) selama 13 tahun (610-622 M), secara berangsur-angsur telah diturunkan kepada beliau, wahyu berupa Al-Qur’an sebanyak 4726 ayat, yang meliputi 89 surah. Surah-surah yang diturunkan pada periode Mekah dinamakan Surah Makkiyyah.
Muhamad diangkat Allah SWT, sebagai nabi atau rasul-Nya ditandai dengan turunnya Malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu yang pertama kali yakni Al-Qur’an Surah Al-‘Alaq, 96: 1-5. Turunnya ayat Al-Qur’an pertama tersebut, dalam sejarah Islam dinamakan Nuzul Al-Qur’an.
Menurut sebagian ulama, setelah turun wahyu pertama (Q.S. Al-‘Alaq: 1-5) turun pula Surah Al-Mudassir: 1-7, yang berisi perintah Allah SWT agar Nabi Muhammad berdakwah menyiarkan ajaran Islam kepada umat manusia.
Setelah itu, tatkala Nabi Muhammad SAW berada di Mekah (periode Mekah) selama 13 tahun (610-622 M), secara berangsur-angsur telah diturunkan kepada beliau, wahyu berupa Al-Qur’an sebanyak 4726 ayat, yang meliputi 89 surah. Surah-surah yang diturunkan pada periode Mekah dinamakan Surah Makkiyyah.
Ø 3. Ajaran Islam Periode
Mekah
Yang harus didakwahkan Rasulullah SAW di awal kenabiannya adalah sebagai berikut:
a. Keesaan Allah SWT
b. Hari Kiamat sebagai hari pembalasan
c. Kesucian jiwa
d. Persaudaraan dan Persatuan
Ø STRATEGI
DAKWAH RASULULLAH SAW PERIODE MEKAH
Tujuan dakwah Rasulullah
SAW pada periode Mekah adalah agar masyarakat Arab meninggalkan
kejahiliyahannya di bidang agama, moral dan hokum, sehingga menjadi umat yang
meyakini kebenaran kerasulan nabi Muhammad SAW dan ajaran Islam yang disampaikannya,
kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Strategi dakwah Rasulullah SAW dalam berusaha mencapai tujuan yang luhur tersebut sebagai berikut:
Strategi dakwah Rasulullah SAW dalam berusaha mencapai tujuan yang luhur tersebut sebagai berikut:
Ø 1. Dakwah secara
Sembunyi-sembunyi Selama 3-4 Tahun
Pada masa dakwah secara sembunyi-sembunyi ini, Rasulullah SAW menyeru untuk masuk Islam, orang-orang yang berada di lingkungan rumah tangganya sendiri dan kerabat serta sahabat dekatnya. Mengenai orang-orang yang telah memenuhi seruan dakwah Rasulullah SAW tersebut adalah: Khadijah binti Khuwailid (istri Rasulullah SAW, wafat tahun ke-10 dari kenabian), Ali bin Abu Thalib (saudara sepupu Rasulullah SAW yang tinggal serumah dengannya), Zaid bin Haritsah (anak angkat Rasulullah SAW), Abu Bakar Ash-Shiddiq (sahabat dekat Rasulullah SAW) dan Ummu Aiman (pengasuh Rasulullah SAW pada waktu kecil).
Abu Bakar Ash-Shiddiq juga berdakwah ajaran Islam sehingga ternyata beberapa orang kawan dekatnya menyatakan diri masuk Islam, mereka adalah:
۞ Abdul Amar dari Bani Zuhrah
۞ Abu Ubaidah bin Jarrah dari Bani Haris
۞ Utsman bin Affan
۞ Zubair bin Awam
۞ Sa’ad bin Abu Waqqas
۞ Thalhah bin Ubaidillah.
Orang-orang yang masuk Islam, pada masa dakwah secara sembunyi-sembunyi, yang namanya sudah disebutkan d atas disebut Assabiqunal Awwalun (pemeluk Islam generasi awal).
Ø 2. Dakwah secara
terang-terangan
Dakwah secara terang-terangan ini dimulai sejak tahun ke-4 dari kenabian, yakni setelah turunnya wahyu yang berisi perintah Allah SWT agar dakwah itu dilaksanakan secara terang-terangan. Wahyu tersebut berupa ayat Al-Qur’an Surah 26: 214-216.
Tahap-tahap dakwah Rasulullah SAW secara terang-terangan ini antara lain sebaga berikut:
- Mengundang kaum kerabat keturunan dari Bani Hasyim, untuk menghadiri jamuan makan dan mengajak agar masuk Islam. Walau banyak yang belum menerima agama Islam, ada 3 orang kerabat dari kalangan Bani Hasyim yang sudah masuk Islam, tetapi merahasiakannya. Mereka adalah Ali bin Abu Thalib, Ja’far bin Abu Thalib, dan Zaid bin Haritsah.
- Rasulullah SAW mengumpulkan para penduduk kota Mekah, terutama yang berada dan bertempat tinggal di sekitar Ka’bah untuk berkumpul di Bukit Shafa.
Pada periode dakwah
secara terang-terangan ini juga telah menyatakan diri masuk Islam dari kalangan
kaum kafir Quraisy, yaitu: Hamzah bin Abdul Muthalib (paman Nabi SAW) dan Umar
bin Khattab. Hamzah bin Abdul Muthalib masuk Islam pada tahun ke-6 dari
kenabian, sedangkan Umar bin Khattab (581-644 M).
Rasulullah SAW menyampaikan seruan dakwahnya kepada para penduduk di luar kota Mekah. Sejarah mencatat bahwa penduduk di luar kota Mekah yang masuk Islam antara lain:
۞ Abu Zar Al-Giffari, seorang tokoh dari kaum Giffar.
۞ Tufail bin Amr Ad-Dausi, seorang penyair terpandang dari kaum Daus.
۞ Dakwah Rasulullah SAW terhadap penduduk Yastrib (Madinah). Gelombang pertama tahun 620 M, telah masuk Islam dari suku Aus dan Khazraj sebanyak 6 orang. Gelombang kedua tahun 621 M, sebanyak 13 orang, dan pada gelombang ketiga tahun berikutnya lebih banyak lagi. Diantaranya Abu Jabir Abdullah bin Amr, pimpinan kaum Salamah.
Pertemuan umat Islam Yatsrib dengan Rasulullah SAW pada gelombang ketiga ini, terjadi pada tahun ke-13 dari kenabian dan menghasilkan Bai’atul Aqabah. Isi Bai’atul Aqabah tersebut merupakan pernyataan umat Islam Yatsrib bahwa mereka akan melindungi dan membela Rasulullah SAW. Selain itu, mereka memohon kepada Rasulullah SAW dan para pengikutnya agar berhijrah ke Yatsrib.
Rasulullah SAW menyampaikan seruan dakwahnya kepada para penduduk di luar kota Mekah. Sejarah mencatat bahwa penduduk di luar kota Mekah yang masuk Islam antara lain:
۞ Abu Zar Al-Giffari, seorang tokoh dari kaum Giffar.
۞ Tufail bin Amr Ad-Dausi, seorang penyair terpandang dari kaum Daus.
۞ Dakwah Rasulullah SAW terhadap penduduk Yastrib (Madinah). Gelombang pertama tahun 620 M, telah masuk Islam dari suku Aus dan Khazraj sebanyak 6 orang. Gelombang kedua tahun 621 M, sebanyak 13 orang, dan pada gelombang ketiga tahun berikutnya lebih banyak lagi. Diantaranya Abu Jabir Abdullah bin Amr, pimpinan kaum Salamah.
Pertemuan umat Islam Yatsrib dengan Rasulullah SAW pada gelombang ketiga ini, terjadi pada tahun ke-13 dari kenabian dan menghasilkan Bai’atul Aqabah. Isi Bai’atul Aqabah tersebut merupakan pernyataan umat Islam Yatsrib bahwa mereka akan melindungi dan membela Rasulullah SAW. Selain itu, mereka memohon kepada Rasulullah SAW dan para pengikutnya agar berhijrah ke Yatsrib.
Ø 3. Reaksi Kaum Kafir
Quraisy terhadap Dakwah Rasulullah SAW
Prof. Dr. A. Shalaby dalam bukunya Sejarah Kebudayaan Islam, telah menjelaskan sebab-sebab kaum Quraisy menentang dakwah Rasulullah SAW, yakni:
- Kaum kafir Quraisy, terutama para bangsawannya sangat keberatan dengan ajaran persamaan hak dan kedudukan antara semua orang. Mereka mempertahankan tradisi hidup berkasta-kasta dalam masyarakat. Mereka juga ingin mempertahankan perbudakan, sedangkan ajaran Rasulullah SAW (Islam) melarangnya.
- Kaum kafir Quraisy menolak dengan keras ajaran Islam yang adanya kehidupan sesudah mati yakni hidup di alam kubur dan alam akhirat, karena mereka merasa ngeri dengan siksa kubur dan azab neraka.
- Kaum kafir Quraisy menilak ajaran Islam karena mereka merasa berat meninggalkan agama dan tradisi hidupa bermasyarakat warisan leluhur mereka.
- Dan, kaum kafir Quraisy menentang keras dan berusaha menghentikan dakwah Rasulullah SAW karena Islam melarang menyembah berhala.
Usaha-usaha kaum kafir
Quraisy untuk menolak dan menghentikan dakwah Rasulullah SAW bermacam-macam
antara lain:
۞ Para budak yang telah masuk Islam, seperti: Bilal, Amr bin Fuhairah, Ummu Ubais an-Nahdiyah, dan anaknya al-Muammil dan Az-Zanirah, disiksa oleh para pemiliknya (kaum kafir Quraisy) di luar batas perikemanusiaan.
۞ Kaum kafir Quraisy mengusulkan pada Nabi Muhammad SAW agar permusuhan di antara mereka dihentikan. Caranya suatu saat kaum kafir Quraisy menganut Islam dan melaksanakan ajarannya. Di saat lain umat Islam menganut agama kamu kafir Quraisy dan melakukan penyembahan terhadap berhala.
Dalam menghadapi tantangan dari kaum kafir Quraisy, salah satunya Nabi Muhammad SAW menyuruh 16 orang sahabatnya, termasuk ke dalamnya Utsman bin Affan dan 4 orang wanita untuk berhijrah ke Habasyah (Ethiopia), karena Raja Negus di negeri itu memberikan jaminan keamanan. Peristiwa hijrah yang pertama ke Habasyah terjadi pada tahun 615 M.
Suatu saat keenam belas orang tersebut kembali ke Mekah, karena menduga keadaan di Mekah sudah normal dengan masuk Islamnya salah satu kaum kafir Quraisy, yaitu Umar bin Khattab. Namun, dugaan mereka meleset, karena ternyata Abu Jahal labih kejam lagi.
Akhirnya, Rasulullah SAW menyuruh sahabatnya kembali ke Habasyah yang kedua kalinya. Saat itu, dipimpin oleh Ja’far bin Abu Thalib.
Pada tahun ke-10 dari kenabian (619 M) Abu Thalib, paman Rasulullah SAW dan pelindungnya wafat. Empat hari setelah itu istri Nabi Muhammad SAW juga telah wafat. Dalam sejarah Islam tahun wafatnya Abu Thalib dan Khadijah disebut ‘amul huzni (tahun duka cita)
SubhananAllah,, manfaat sholat sahabat.
Shalat Membuat Kita Sehat
Kalimat ini di sampaikan oleh staf pengajar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dr Sagiran Mkes SpB yg telah melakukan penelitian mengenai masalah gerakan shalat. Dari penelitian tersebut terungkap bahwa setiap tahapan yang berlangsung dalam gerakan ibadah shalat, memberi manfaat kesehatan bagi orang yang melaksanakannya. ”Tapi tentunya bila setiap tahapan gerakan ibadah shalat yang dilaksanakan, sesuai dengan tuntunannya. Kalau tidak sesuai, saya tidak tahu apakah ada manfaatnya atau tidak, karena saya tidak meneliti gerakan shalat yang tidak sesuai dengan tuntunan,” kata penulis buku ‘ Mukjizat Gerakan Shalat’, saat tampil sebagai pembicara seminar di Masjid.
”Saya menguraikan manfaat dari gerakan shalat, bukan berarti menganjurkan orang melaksanakan shalat agar menjadi sehat. Bukan seperti itu. Shalat ada tetap merupakan kewajiban ibadah seorang muslim yang harus dilaksanakan. Saya hanya hendak mengungkapkan bahwa gerakan shalat, secara tidak langsung memiliki makna kesehatan bagi orang yang melaksanakannya,” kata dr Sagiran Mkes SpB, staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Sagiran menjelaskan bahwa gerakan awal shalat yang ditandai dengan
‘Takbiratul Ihram’ hingga ‘Salam’ yang mengakhiri rangkaian ibadah shalat,
seluruhnya merupakan memiliki rangkaian gerakan ibadah yang memberi manfaat
bagi kesehatan.
|
Ø Takbiratul Ihram
![]()
Dalam
Takbiratul Ihram yang ditandai dengan mengangkat kedua telapak tangan hingga
keduanya sejajar dengan telinga kanan-kiri, memberi manfaat kesehatan pada
organ tubuh paru-paru, sekat ringga dada dan kelenjar getah bening.
Sagiran
menjelaskan ketika tangan terangkat maka rusuk akan ikut terangkat sehingga
menimbulkan pelebaran rongga dada. Pada saat itu, seharusnya udara nafas akan
masuk. Tetapi orang yang akan memulai shalat ternyata harus mengucapkan
Allahu Akbar, sehingga memaksa udara harus mengalir keluar. Hal ini
menyebabkan sekat rongga dada (diafragma) menjadi terlatih.
Selain
itu, ketika tangan terangkat maka ketiak pun akan terbuka. Padahal ketiak
merupakan induk atau stasiun dari peredaran kelenjar getah bening (limfe) di
seluruh tubuh. Dengan gerakan takbir yang berulang-ulang dalam gerakan shalat,
maka secara tidak langsung melakukan active pumping kelenjar getah bening ke
seluruh tubuh.
Setelah
takbiratul ihram, maka kemudian kedua telapak tangan akan diletakkan di atas
dada. Dengan meletakkan kedua telapak tangan di atas dada, maka bahu kanan-kiri
otomatis akan terangkat dan ketiak sebagai stasiun peredaran limfe akan tetap
terbuka.
|
|
Ø RUKU’
![]()
Dalam
gerakan ruku, yang benar posisi punggung, leher dan kepala harus membentuk
haris horisontal. Dengan posisi ini, berat badan bergeser ke depan, sehingga
terjadi relaksasi atau peregangan ruas tulang belakang. Relaksasi ini sangat
bermanfaat untuk memelihara tulang belakang yang selalu terkompresi.
”Tapi
adanya relaksasi ruas tulang belakang ini hanya dialami bagi orang yang
melaksanakan ruku dalam waktu yang cukup. Bagi orang yang shalatnya
dilaksanakan dengan buru-buru, manfaatnya mungkin tidak akan terlalu terasa,”
tambah dr Sagiran.
Sujud
![]()
Sedangkan
dalam gerakan sujud, memberi manfaat bagi daya tahan pembuluh darah di otak.
Posisi kepala yang lebih rendah dari jangtung, menyebabkan darah menumpul di
pembuluh darah otak. Hal ini secara tidak langsung melatih pembuluh darah di
otak seorang muslim, agar tidak mudah terserang stroke.
”Jadi bisa
dikatakan, gerakan sujud ini merupakan gerakan anti stroke,” katanya.
|
|
Ø Duduk Antara Dua Sujud
![]()
Kemudian,
gerakan duduk di antara dua sujud, ternyata memperkuat jantung berikut sistem
sirkulasi darah di seluruh bagian tubuh. Sagiran mengungkapkan bahwa saat
seorang muslim yang melaksanakan ibadah shalat berada dalam posisi duduk di
antara dua sujud, ternyata aliran darah seseorang tidak akan sampai ke bagian
kedua kaki bagian bawah.
”Saat saya
ukur, saturasi darah pada jari kaki orang yang sedang duduk di antara kedua
sujud, ternyata nol. Denyut nadi tidak terasa sama sekali, saat orang dalam
posisi duduk seperti ini,” jelasnya.
Hal ini
ternyata secara tidak langsung melatih jantung berikut urat-urat nadi
seseorang. ”Seperti air kran yang mengalir melalui selang, bila selang secara
berulang-ulang dipencet-dibuka berulang-ulang, secara tidak langsung hal ini
akan membuat selang menjadi lebih elastis, sekaligus membersihkan kotoran
yang terdapat dalam selang,” katanya.
Terakhir,
gerakan salam yang ditandai dengan menolah ke kanan dan ke kiri hingga kedua
pipi terlihat oleh orang yang berada di belakangnya, ternyata menimbulkan
relaksasi pada otot dan tulang leher. Di leher, terdapat banyak sekali
jaringan sistem syaraf dan juga pembuluh darah yang menghubungkan kepala dan
baguan badan.
|
|
Ø Salam
![]()
Gerakan
salam ini, secara tidak langsung akan menghindarkan seseorang untuk mengalami
ganggian syaraf,” jelasnya.
Subhanallah,
ternyata selain mendapatkan ketenangan hati dan kenikmatan berjumpa dengan
Allah dalam shalat khusyu, kita juga akan mendapatkan manfaat yang secara
tidak langsung membuat tubuh kita menjadi sehat. Wallohualam
|
Jadi secara ilmiah shalat bisa menjadikan kita lebih sehat, sebagaimana dlu
Rasulullah di kenal sebagai seorang yg paling sehat dan tidak pernah sakit pada
masa kerasulannya, asal cara shalat kita sesuai dengan tuntunan Rasulullah Saw,
sebagaimana dalam sabda beliau : “Shalatlah, sebagaimana kalian melihat aku
shalat” [Derajat hadits Shahih HR Bukhari 631;6008;7246, HR Ad-Darimi I/286,
Ibnu Khudzaimah 397, dsb dari sahabat Malik bin al-Huwairits radiallahu’anhu
Sosok Teladan Aisyah r.a
Aisyah, Sosok Teladan Muslimah Dunia
“Apabila ada sebuah permasalahan yang tidak diketahui di zaman sahabat, maka kami bertanya kepada Aisyah, dan kami memperoleh ilmu dari beliau”. (Al-Hadits)
***
Ummahatul Mukminin, Aisyah r.a.
Siapa yang tidak mengenal beliau? Beliau adalah istri kesayangan
Rasulullah Saw. Satu hal yang membuatnya menjadi kecintaan Rasulullah
Saw adalah kecerdasan dan keluasan wawasannya.Seperti apakah
kecerdasan beliau yang pada akhirnya menjadikannya sebagai rujukan
berbagai cabang ilmu? Berikut kisah ringkas Aisyah r.a. dan kecerdasan
intelektual yang patut diteladani oleh kita sebagai seorang muslimah.Aisyah lahir pada bulan
Syawal tahun ke-9 sebelum hijrah atau bulan Juli 614 M. Kecerdasan
Aisyah sendiri sudah terlihat sejak kecil, diantaranya:
- Mampu mengingat dengan baik apa yang terjadi pada masa kecilnya, termasuk hadist-hadist yang didengarnya dari Rasulullah Saw
- Mampu memahami, meriwayatkan, menarik kesimpulan serta memberikan penjelasan detail hukum fiqih yang terkandung di dalam hadist.
- Sering menjelaskan hikmah-hikmah dari peristiwa yang dialaminya pada masa kecil
- Mampu mengingat dan memahami rahasia-rahasia hijrah secara terperinci hingga bagian-bagian terkecilnya.
Aisyah r.a ditinggal
wafat oleh Rasulullah saw ketika berusia 18 tahun. Bagi kita apa yang
dapat dilakukan oleh seorang gadis berusia 18 tahun? Tapi beliau telah
menguasai berbagai masalah agama sedemikian luas. Bahkan dikatakan bahwa
segala sabda dan perbuatan Rasulullah saw dapat diingatnya tanpa batas.Hal lain yang sangat
mengagumkan, di kalangan para perawi hadits Aisyah r.a menempati posisi
ke 4 dalam jumlah hadits yang diriwayatkan, yaitu sebanyak 2210 hadits.
Jumlah tersebut mengalahkan jumlah hadits yang diriwayatkan sahabat lain
yang usianya jauh lebih tua dari beliau.
Dalam
meningkatkan tarap keilmuan umat Islam, Aisyah secara nyata mengabdikan
dirinya dengan mendirikan sebuah madrasah (sekolah). Madrasah Aisyah
adalah madrasah ilmu yang paling diminati setelah wafatnya Rasulullah.
Ia mendidik secara langsung setiap orang yang meminta pengajaran darinya
tanpa pandang bulu. Orang-orang yang meminta fatwa hukum dan menanyakan
berbagai persoalan, Aisyah menyimaknya dengan saksama lalu memberikan
jawaban yang sebaik-baiknya yang ia ketahui.Dari
madrasah yang diasuh oleh Aisyah itu, lahir banyak ulama terutama dari
kalangan tabi’in. Terdapat banyak bukti dalam literatur Islam yang
menunjukkan hal itu. Bahkan Qosim, salah satu ahli fiqih terkemuka di
Madinah berkata, “Aisyah
memberikan fatwa secara independent pada masa kekhalifahan Abu Bakar,
Umar, Utsman, dan seterusnya hingga akhir hayatnya. Jadi, meskipun
Aisyah adalah seorang wanita, tapi kapasitas keilmuannya tidak kalah
dari sahabat rasul yang pria.”Berdasarkan sudut pandang agama, syariat, akhlak, kemuliaan, dan
kesucian, Aisyah tidak bisa dibandingkan dengan perempuan terkenal mana
pun pada masa kini dan masa-masa sebelumnya.
Itulah
Aisyah, sosok dengan sifat-sifat paripurna yang telah menghadirkan
teladan ideal bagi ratusan juta kaum perempuan di dunia. Semoga kita
dapat berkaca, serta terus berusaha untuk meneladani kecerdasan serta
kemuliaannya. Aamiin ya Rabbal Alamiin.
Kebersamaan yang tak terlupakan
Diposting oleh
Ariska blogger
on Kamis, 14 Agustus 2014
Label:
XI IPA 3 (OMEGA)
/
Comments: (0)
KANGEN XI IPA 3..
Inilah moment saat memberi kejutan kue untuk ibu Wali kelas "Ibu Ratna Sriningsih" beliau adalah guru matematika disekolahku MAN SELAT TENGAH . Beliau cantik, baik, ramah, dan beliau baik bangett sampai-sampai waktu kami ada lomba kebersihan kelas, kami harus turun sore untuk membersihkan kelas beliau pun ikut turunn bahkan ikut membantu kami. SubhanAllah..,

Berkumpul dengan teman-teman yang baik , aktif, saling tolong menolong , asik diajak curhat,, pokoknya gak bisa diungkapkan dehh..
Diantaranya dari pojok kiri ada: Noor Liana, Yulianty, Siti Nur Halimah, Nurul Mutmainah, Armaniah, Monica Asrianti, Ibu Ratna Sriningsih, Eka Rusniati, Risma Fitriyana, Khairunnisa, Muliana, Lailaturrahmi, Desi Hariati, Ririn, Ayu Lestari, Yulia Citra. Dan yang duduk dari pojok kanan ada: Nuur Annisa, Rani Biuty Nurul Fajri ,Irma Melati, dan Fitriani.

Berkumpul dengan Akhii yang super duper ributnya saat dikelas, konyol,, suka ngelawak tp asik sihh hehe
Nama mereka adalah: Dari pojok kiri ada " Muhammad yasin ansari, Rizaini Bayu saputra, Muhammad Riza, Rizky Hidayat, Abdul Majid, Rezky dwi Cahyo, Padlillah, Fathurrahman, dan Muhammad Ihsan.

Inilah moment XI IPA 3 saat kami praktek Renang


Karena terlalu aktiff inilah aksi boy band kelas kami hehe
Ada Muhammad Riza sebagai Drummer, ada Lutfi Dewanda Nugroho sebagai Vokalis dan ada Rezky Dwi Cahyo sebagai Gitariss..
Grup ini bernama Hancur Band ,, hiks hiks

Dan terakhirr,, inilah wajah wajah kebanggaan OMEGA FC ..

Inilah moment saat memberi kejutan kue untuk ibu Wali kelas "Ibu Ratna Sriningsih" beliau adalah guru matematika disekolahku MAN SELAT TENGAH . Beliau cantik, baik, ramah, dan beliau baik bangett sampai-sampai waktu kami ada lomba kebersihan kelas, kami harus turun sore untuk membersihkan kelas beliau pun ikut turunn bahkan ikut membantu kami. SubhanAllah..,

Berkumpul dengan teman-teman yang baik , aktif, saling tolong menolong , asik diajak curhat,, pokoknya gak bisa diungkapkan dehh..
Diantaranya dari pojok kiri ada: Noor Liana, Yulianty, Siti Nur Halimah, Nurul Mutmainah, Armaniah, Monica Asrianti, Ibu Ratna Sriningsih, Eka Rusniati, Risma Fitriyana, Khairunnisa, Muliana, Lailaturrahmi, Desi Hariati, Ririn, Ayu Lestari, Yulia Citra. Dan yang duduk dari pojok kanan ada: Nuur Annisa, Rani Biuty Nurul Fajri ,Irma Melati, dan Fitriani.

Berkumpul dengan Akhii yang super duper ributnya saat dikelas, konyol,, suka ngelawak tp asik sihh hehe
Nama mereka adalah: Dari pojok kiri ada " Muhammad yasin ansari, Rizaini Bayu saputra, Muhammad Riza, Rizky Hidayat, Abdul Majid, Rezky dwi Cahyo, Padlillah, Fathurrahman, dan Muhammad Ihsan.

Inilah moment XI IPA 3 saat kami praktek Renang


Karena terlalu aktiff inilah aksi boy band kelas kami hehe
Ada Muhammad Riza sebagai Drummer, ada Lutfi Dewanda Nugroho sebagai Vokalis dan ada Rezky Dwi Cahyo sebagai Gitariss..
Grup ini bernama Hancur Band ,, hiks hiks

Dan terakhirr,, inilah wajah wajah kebanggaan OMEGA FC ..

Senandung Perpisahan
Mataku menangis atas – perpisahan,
Bawa saya ke tanah Jihad dan kemudian tawarkan saya sebuah perpisahan.
Aku ingat Jihad sehingga air mataku tak tertahankan meluap,
Dan mata saya terbangun meskipun – tertahan oleh penghinaan.
Saya suka pertempuran, namun gunung-gunung telah jatuh.
Saya suka tempat pertempuran. Yang akan menghentikan saya.
Saya berbicara kepada jiwaku, menghilangkan jiwa adalah keinginannya (Subhanallah)
Saya melatihnya untuk mengejar kematian .
Mataku menangis atas – perpisahan
Bawa saya ke tanah Jihad dan kemudian tawarkan saya sebuah perpisahan.
Aku ingat Jihad sehingga air mataku tak tertahankan meluap,
Dan mata saya terbangun meskipun – tertahan oleh penghinaan.
Ya Allah , Tuhan dari semua hamba, Ya ilaahi,
Selamatkanlah aku dari pertemuan kematian ,
Sementara saya masih di atas kasur yang empuk,
Namun saya meminta Engkau Ya Allah , untuk terbunuh di bawah benteng
Mataku menangis atas – perpisahan,
Bawa saya ke tanah Jihad dan kemudian tawarkan saya sebuah perpisahan.
Aku ingat Jihad sehingga air mataku tak tertahankan meluap,
Dan mata saya terbangun meskipun – tertahan oleh penghinaan.
Dan saya yakin bahwa -
orang-orang akan menulis permintaan saya , seolah permintaan itu berasal dari kegilaan
Semoga Allah mengutuk orang yang abstain (dari Jihad) dan siapa pun yang tidak menjalaninya,
Dan juga setiap yang mengecewakan, para pengkhianat celaka.
Mataku menangis atas – perpisahan,
Bawa saya ke tanah Jihad dan kemudian tawarkan saya sebuah perpisahan.
Aku ingat Jihad sehingga air mataku tak tertahankan meluap,
Dan mata saya terbangun meskipun – tertahan oleh penghinaan.
Untuk setiap cinta selain Allah,
Semuanya fatamorgana, yang berasal dari kegilaan.
Jadi aku mohonkan permintaan maaf dan permisi!
Sebab aku orang yang mencintai Jihad, maka lepaskanlah saya.
~ Sheikh Abdullah Azzam
Pahala 1000 bulan
Diposting oleh
Ariska blogger
Label:
Indahnya Ramadhan
/
Comments: (0)
Sepuluh malam terakhir menjadi hal yang luar biasa bila semua orang mengetahui maknanya. Bayangkan, mendapatkan malam lailatul qodar yang fadilahnya lebih baik dari 1.000 bulan,”

”Seribu bulan itu kan sama dengan 1.000 x 12 bulan, berarti nilai pahalanya sama dengan ibadah selama lebih kurang 83 tahun tanpa henti. Betapa indahnya bila menjadi perempuan yang mendapatkan 1.000 bulan tersebut yaitu keindahan menjelang lebaran”, demikian Aisyah bergumam sendiri sambil tangannya sibuk mengupas bawang. Walaupun peluh mencucuri wajahnya yang tirus, Aisyah pantang untuk mengelap keringatnya karena sadar kalau bau bawang yang sudah melekat di jari-jarinya akan menempel lama di wajahnya. Sebentar lagi anak-anak dan suaminya pulang dari kesibukan masing-masing. Aisyah segera mandi dan bersiap-siap menyambut kepulangan mereka yang merupakan kebahagian tersendiri baginya.
“Oh.. poor Aisyah… kenapa kamu jadi jadul begini sih, kalau soal motong dan iris bawang saja kan bisa beli alatnya, kentang juga sekarang ada alatnya bahkan berbagai macam peralatan untuk memudahkan kamu memasak macam-macam sekarang ini sudah ada alatnya, permudahlah pekerjaanmu, mumpung ada sale besar-besaran di Mayang Plaza, gunakanalah waktumu untuk mencari barang-barang bagus serta baju lebaran buat anak anakmu,” demikian sms Ratna, kawan SMUnya dulu yang sekarang sudah menjadi manajer disebuah perusahaan minyak, yang memberi semangat kepadanya untuk menyegerakan semua kesibukananya di dapur karena Ratna ingin Aisyah di sisa waktu ramadhan yang tinggal 10 hari ini, menemaninya berbelanaja di sebuah plaza yang menjanjikan banyak sale alias diskon besar-besaran.
Godaan sebagai seorang perempuan yang ingin berbelanaja sesekali untuk membeli ini dan itu dalam merayakan lebaran yang tinggal 10 hari lagi ini , dan juga kesibukan lain yang penanganannya harus disiapkan, seperti kue-kue kering, rendang serta bukaan puasa untuk anak-anak serta suaminya yang hanya menginginkan buatan Aisyah sendiri tanpa membeli di luar rumah. Namun dari itu semua yang terpenting adalah keinginan yang tinggi dari Aisyah untuk mengkhatamkan Al Quran berkali-kali seperti yang dilakukan kawan-kawan halaqohnya. Selain itu, motivasi dari suaminya membuat Aisyah menjadi kelabakan dan kewalahan untuk mendahulukan pekerjaan yang mana. Baginya semuanya penting bagi seorang wanita yang pengasih dan sayang keluarga seperti Aisyah.
Betapa inginnya Aisyah mencari baju lebaran buat anak-anak dan suaminya, tidak perlu yang mahal, yang penting manis, pantas dan enak dipakai. Toh hanya setahun sekali dipakainya dan betapa nikmatnya melihat suami dan anak anaknya berebut kolak dan sayur asem buatan Aisyah ketika mereka berbuka puasa dirumah. Selain itu Aisyah sangat ingin memasak rendang sendiri dengan bumbu yang tidak pedas serta kue-kue kering yang lucu untuk anak-anaknya. Aisyah juga ingin sekali melihat mata anak-anaknya berkedip-kedip menikmati gula salju yang meleleh didalam mulut bersama kue putih salju buatananya yang tidak dapat ditandingi oleh kue buatan toko sekalipun. Namun hentakan semangat untuk mengkhatamkan dan mentadabur Al Quran di penghujung ramadhan membuat Aisyah merasa harus memilih mana yang nyaman bagi dirinya dan keluarganya.
Semua itu kembali kepada Aisyah, karena semuanya adalah ibadah. Namun bila Aisyah tahu bahwa Imam Syafe’i sampai menghentikan majelis ilmunya hanya khusus mengkhatamkan Al Quran saja ketika ramadhan tiba dan bagaimana para sahabat ada yang menghabiskan bacaan Al Quran dalam waktu 3 hari saja serta ada juga yang 7 hari dan seterusnya, maka betapa Aisyah sebaiknya mengkhususkan dirinya kepada bacaan Al Qurannya saja. Toh baju lebaran bisa dibeli dimana saja, rasanya pun hanya sekilas saja karena anak-anak tak begitu memperhatikan baju yang dipakai walaupun berbeda dengan sehari hari, mereka akan gunakan juga asalkan warnanya sesuai dengan jiwa kekana-kanakannya Insya ALLah mereka mau pakai. Bagi suami dan Aisyah sendiri, kan sudah dewasa jadi tidak perlu baju baru, cukup gunakan baju yang bersih dan spesial serta gunakan pengharum molto saja atau sesekali boleh bawa baju terbaik ke laundry agar nyaman dan enak dipakai. Maka hal ini akan terasa beda, juga untuk kue-kue kering, buatlah dari sebelum ramadhan, kan bisa disimpan lebih dari sebulan asal tahu cara membuatnya dan soal rendang buat penganan lebaran, dunia ini tak selalu indah, dan langit tak selalu cerah, tidaklah semua yang kita inginkan ideal di muka bumi ini harus kita lakukan dan kita dapatkan.
“Poor, Aisyah (kasihan aisyah..), ayo.. bersegeralah.., ramadhan tinggal 10 hari lagi, gunakanlah waktu ini untuk mendekatkan diri kepada Al Quran, mari kita tingkatksn ibadah sekhusyu mungkin agar mendapat malam yang lebih baik dari 1.000 bulan…” akhirnya bisikan hati nurani Aisyah memenangkan segalanya.” sssttt.. kembali kepada Al-Qur’an…”
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. [QS. Al-Qodr : 3].”Seribu bulan itu kan sama dengan 1.000 x 12 bulan, berarti nilai pahalanya sama dengan ibadah selama lebih kurang 83 tahun tanpa henti. Betapa indahnya bila menjadi perempuan yang mendapatkan 1.000 bulan tersebut yaitu keindahan menjelang lebaran”, demikian Aisyah bergumam sendiri sambil tangannya sibuk mengupas bawang. Walaupun peluh mencucuri wajahnya yang tirus, Aisyah pantang untuk mengelap keringatnya karena sadar kalau bau bawang yang sudah melekat di jari-jarinya akan menempel lama di wajahnya. Sebentar lagi anak-anak dan suaminya pulang dari kesibukan masing-masing. Aisyah segera mandi dan bersiap-siap menyambut kepulangan mereka yang merupakan kebahagian tersendiri baginya.
“Oh.. poor Aisyah… kenapa kamu jadi jadul begini sih, kalau soal motong dan iris bawang saja kan bisa beli alatnya, kentang juga sekarang ada alatnya bahkan berbagai macam peralatan untuk memudahkan kamu memasak macam-macam sekarang ini sudah ada alatnya, permudahlah pekerjaanmu, mumpung ada sale besar-besaran di Mayang Plaza, gunakanalah waktumu untuk mencari barang-barang bagus serta baju lebaran buat anak anakmu,” demikian sms Ratna, kawan SMUnya dulu yang sekarang sudah menjadi manajer disebuah perusahaan minyak, yang memberi semangat kepadanya untuk menyegerakan semua kesibukananya di dapur karena Ratna ingin Aisyah di sisa waktu ramadhan yang tinggal 10 hari ini, menemaninya berbelanaja di sebuah plaza yang menjanjikan banyak sale alias diskon besar-besaran.
Godaan sebagai seorang perempuan yang ingin berbelanaja sesekali untuk membeli ini dan itu dalam merayakan lebaran yang tinggal 10 hari lagi ini , dan juga kesibukan lain yang penanganannya harus disiapkan, seperti kue-kue kering, rendang serta bukaan puasa untuk anak-anak serta suaminya yang hanya menginginkan buatan Aisyah sendiri tanpa membeli di luar rumah. Namun dari itu semua yang terpenting adalah keinginan yang tinggi dari Aisyah untuk mengkhatamkan Al Quran berkali-kali seperti yang dilakukan kawan-kawan halaqohnya. Selain itu, motivasi dari suaminya membuat Aisyah menjadi kelabakan dan kewalahan untuk mendahulukan pekerjaan yang mana. Baginya semuanya penting bagi seorang wanita yang pengasih dan sayang keluarga seperti Aisyah.
Betapa inginnya Aisyah mencari baju lebaran buat anak-anak dan suaminya, tidak perlu yang mahal, yang penting manis, pantas dan enak dipakai. Toh hanya setahun sekali dipakainya dan betapa nikmatnya melihat suami dan anak anaknya berebut kolak dan sayur asem buatan Aisyah ketika mereka berbuka puasa dirumah. Selain itu Aisyah sangat ingin memasak rendang sendiri dengan bumbu yang tidak pedas serta kue-kue kering yang lucu untuk anak-anaknya. Aisyah juga ingin sekali melihat mata anak-anaknya berkedip-kedip menikmati gula salju yang meleleh didalam mulut bersama kue putih salju buatananya yang tidak dapat ditandingi oleh kue buatan toko sekalipun. Namun hentakan semangat untuk mengkhatamkan dan mentadabur Al Quran di penghujung ramadhan membuat Aisyah merasa harus memilih mana yang nyaman bagi dirinya dan keluarganya.
Semua itu kembali kepada Aisyah, karena semuanya adalah ibadah. Namun bila Aisyah tahu bahwa Imam Syafe’i sampai menghentikan majelis ilmunya hanya khusus mengkhatamkan Al Quran saja ketika ramadhan tiba dan bagaimana para sahabat ada yang menghabiskan bacaan Al Quran dalam waktu 3 hari saja serta ada juga yang 7 hari dan seterusnya, maka betapa Aisyah sebaiknya mengkhususkan dirinya kepada bacaan Al Qurannya saja. Toh baju lebaran bisa dibeli dimana saja, rasanya pun hanya sekilas saja karena anak-anak tak begitu memperhatikan baju yang dipakai walaupun berbeda dengan sehari hari, mereka akan gunakan juga asalkan warnanya sesuai dengan jiwa kekana-kanakannya Insya ALLah mereka mau pakai. Bagi suami dan Aisyah sendiri, kan sudah dewasa jadi tidak perlu baju baru, cukup gunakan baju yang bersih dan spesial serta gunakan pengharum molto saja atau sesekali boleh bawa baju terbaik ke laundry agar nyaman dan enak dipakai. Maka hal ini akan terasa beda, juga untuk kue-kue kering, buatlah dari sebelum ramadhan, kan bisa disimpan lebih dari sebulan asal tahu cara membuatnya dan soal rendang buat penganan lebaran, dunia ini tak selalu indah, dan langit tak selalu cerah, tidaklah semua yang kita inginkan ideal di muka bumi ini harus kita lakukan dan kita dapatkan.
“Poor, Aisyah (kasihan aisyah..), ayo.. bersegeralah.., ramadhan tinggal 10 hari lagi, gunakanlah waktu ini untuk mendekatkan diri kepada Al Quran, mari kita tingkatksn ibadah sekhusyu mungkin agar mendapat malam yang lebih baik dari 1.000 bulan…” akhirnya bisikan hati nurani Aisyah memenangkan segalanya.” sssttt.. kembali kepada Al-Qur’an…”





